Tanggal 26 Agustus 2015 saya mengetahui Kurs Rupiah 14.000, Rekor terburuk Dari tahun 1998
Tau kah anda sebabnya?
mau salahkan siapa? Presiden kah / siap? kali ini mari kita buka kembali mata kita, dan nilai sendiri.
pernah anda tau negara adi daya amerika Sejak 2008 mengalami krisis ekonomi Yang Akhirnya amerika mengeluarkan suatu kebijakan,
Yaitu QUANTITATIVE EASING dimana amerika menyuntikan dana stimulus untuk membangkitkan gairah ekonomi mereka dari krisis ekonomi. mereka memompah dolar baru terus(memompa dengan cara mebeli OBLIGASI), diharapkan dapat memutar ulang perekonomian mereka yang kemudian oleh parah investor dananya banyak di gunakan untuk investasi di negara-negara berkembang seperti indonesia.kemudian setelah ekonomi amerika membaik dengan stimulus tersebut amerika pun mengeluarkan lagi kebijakan lanjutan bernama TAPERING OFF. yang bisa dikata memotong dana stimulus tersebut. dengan adanya pemotongan dana stimulus banyak investor pulang dan hengkah dari negara - negara berkembang salah satunya indonesia.
DOLAR pulang kampung!
Akibatnya Jumlah dolar di seluruh dunia menjadi sedikit dan nilai pun semakin berharga.
Lalu komunistas ekspor andalah indonesia seperti batu bara, kelapa sawit dan karet menjadi sepi peminat.
Akibatnya neraca perdagangan indonesia jadi anjlok,impor(indonesia beli keluar negeri) lebih banyak dari pada ekspor(luar negeri beli ke indonesia).
Perlu di ketahui sudah 3 tahun berturut - turut neraca perdagangan indonesia mengalami defisit
dimana masyarakat indonesia sangat konsumtif banyak memberi barang dari luar negeri(IMPOR).
Mari dukung INDONESIA Ciptakan dan cintai produk-produk indonesia.







0 komentar:
Posting Komentar